Sunday, December 23, 2007

baca yuuuukkkk...

banyak yg bertanya,
"kenapa sih lu lebih suka baca majalah daripada buku?"

berfikir...

kenapa ya?

sebenernya gw cukup maniak baca buku.
tapi masuk ke toko buku adalah siksaan batin buat gw.

kok bisa?

berada di dalam toko buku membuat gw ingin membeli banyak buku.
siksaan pertama: kalau budget beli buku gw udah mepet.
siksaan kedua: kalau sudah dibeli, kapan bacanya ya?

terus apa bedanya dengan majalah?

bacaan di majalah cenderung lebih ringan.
gak panjang.
bisa dibaca kapanpun.
selesai baca satu artikel,
artikel lain bisa dibaca kapan-kapan.

dan ini kelemahan gw dalam membaca buku:
1. membaca satu kalimat,
otak gw udah ngelantur mikirin apa yg baru gw baca,
akibatnya,
kalimat berikutnya yg gw baca gak gw serap maksudnya.
dan setelah tersadar,
gw harus ngulang baca halaman itu.
2. kalau sudah terlalu lama membaca buku karena harus di ulang-ulang,
biasanya jadi males nerusin...
3. membaca buku secara paralel,
a. gw selalu membawa sebuah buku di tas yg gw bawa-bawa,
dimanapun gw ada waktu luang,
gw bisa baca.
b. di kamar mandi gw juga ada buku,
saat semedi rutin tiap pagi,
gw baca buku itu.
c. kadang-kadang di kamar gw juga ada buku,
kalau susah tidur gw baca buku dulu.
nah!
yg jadi masalah tuh biasanya semua buku itu topiknya gak nyambung.
dan gw harus menelan itu per bagian.
dan di otak gw bercampur aduk,
menimbulkan pemikiran yg rada-rada ngaco.

nah kalo gw tiba-tiba punya pemikiran aneh,
mungkin itu adalah salah satu akibat baca buku...

[v]

mailbox

ini bukan judul lagu pop dangdut.

gw yakin deh,
banyak orang kesel dengan apa yg disebut sebagai mailbox.
salah kaprah juga sih kalo disebut mailbox,
karena emang bukan kotak surat...

sebenernya yg gw sebelin adalah kata pengantar menuju mailbox,
ah,
apapun lah itu namanya!

saat ada perlu penting dengan seseorang,
dan gw menghubungi orang itu lewat ponselnya,
dan ternyata yang menjawab adalah kata-kata seperti ini:

1. "Uhuk... uhuk... uhuk..." suara orang batuk parah.
2. "Ayo ngomong, cepetan ngomong..." dengan suara yang sedikit manja.
3. "Halo? Siapa ini? Siapa? Oh... Tinggalin pesen deh!" sperti bukan mailbox.
4. "Woy!" cukup seperti itu.

kesel banget deh dengernya.
kadang gw tinggalin pesen juga di mailbox-nya seperti:

1. "Uhuk... uhuk... hweeek..." gw batuk lebih parah.
2. "Ngomong aja ndiri lu sono!" dengan nada ketus.
3. "Pesen? Pesen apa mas? Oh, es campurnya habis..." sperti bukan pesan.
4. "Woy coy!" cukup seperti itu juga.

ada yang punya pengalaman lebih menyebalkan?

[v]

sinkronisasi pola pikir dan ritme hidup

pola pikir dan ritme hidup yang tidak sesuai dengan orang lain ternyata membuat masalah.
dan ini sedang gw alami...
:o(

memang perlu suatu adaptasi.
namun bila ketidaksesuaian itu cukup signifikan,
sepertinya bakal melibatkan hal mendasar -- prinsip!

harus bagaimana?
meneketehe...

[v]

Wednesday, October 24, 2007

arus


arus
metadata:
CanonEOS 10D
CanonEF 28-135mm f/3.5-5.6 IS USM
DigitalISO 800
f/11
3.2sec
28mm
20071015
180250+0700
locationsomewhere between subang and bandung
(c)copyright Libertus V Bhinoko

arus mudik
arus balik
mobilitas orang indonesia mendadak meningkat di hari-hari lebaran kemaren
seperti fenomena burung yg bermigrasi pada saat musim dingin
begitu juga manusia2 di negeri ini
migrasi besar2an terjadi dari kota ke desa dan balik lagi ke kota
sudah tradisi...

berawal dari niatan 'hanya' untuk mengantar parcel pada H+2 ke lembang
ternyata jalur padat merayap
banyak wisatawan yg menikmati libur lebaran
akhirnya diputuskan untuk mencari ketenangan daripada bermacet-macet turun ke bandung
dan terdamparlah di perkebunan teh
tapi sampai hari gelap, keramaian itu masih juga terjadi

kamarana atuh???





time: the same tree at a different time
metadata:
CanonEOS 10D
CanonEF 28-135mm f/3.5-5.6 IS USM
DigitalISO 400
f/9
1/200sec
28mm
20071015
182715+0700 and vary
locationsomewhere between subang and bandung
(c)copyright Libertus V Bhinoko

Friday, October 19, 2007

manusia: pecundang yang sukses?

membaca beberapa buku, gak spesifik tentang suatu hal, tapi dapet benang merah seperti ini:


sangat panjang sejarah terciptanya manusia sampai spt sekarang ini.

nenek moyang manusia [pecaya atau nggak] adalah ikan!!!

yup!

ikan yang kemudian merambah dunia daratan utk mencari makan.

dinosaurus yg berjenis reptil adalah bagian dari mata rantai evolusi ikan menjadi manusia.

pada saat itulah otak reptil berkembang.

otak reptil adalah yg tercerdas pada saat itu.

otak reptil juga mempunyai emosi dan insting.

dan sampai sekarang manusia masih mempunyai otak reptil itu!!!

singkat cerita, selama berabad-abad evolusi, jadilah kera.

kera awalnya hanya hidup di pepohonan.

memakan buah2an dan dedaunan.

hidup dalam ketakutan akan predator, yaitu ular [dan sampai sekarang manusia masih takut dg mahluk melata itu].

lama kelamaan kera berkembang menjadi banyak species.

salah satu species kalah bersaing dan harus menyingkir dari pepohonan, dan terpaksa tinggal di padang rumput.

karena makanan tidak melimpah seperti di atas pohon, kera2 itu lalu berburu hewan2 lain untuk dimakan.

karena sering berlari mengejar buruan, kera ini kakinya makin panjang dan tangannya makin pendek karena gak pernah lagi bergelantungan.

kera2 itu menyadari bahwa tangannya tidak lagi sangat berguna, maka mereka memanfaatkan tangan tsb untuk menciptakan alat2 [awalnya alat utk berburu].

otak kera itu makin berkembang dan makin banyak menciptakan alat2 utk mempermudah hidup.

sampai sekarang manusia masih juga rajin mencipta.

tapi kera calon manusia itu jadi tergantung pada alat.

insting mereka tidak lagi menjadi penting.

pantes aja sekarang manusia jadi gak peka.

gak peka lingkungan.

dan, tau gak?

volume otak manusia itu sangat besar.

tapi kenapa yg dipakai hanya 20% nya saja???

buat apa yg 80% lagi???

mungkin karena hidup manusia makin mudah.

gak perlu banyak mikir lagi.

jadi kesimpulannya, kemana arah evolusi manusia?

menjadi mahluk lemah dan dungu?

who knows...

[v]

Friday, October 12, 2007

ambulan

perjalanan pulang dari sentul via ruas tol jagorawi-jorr-jktcikampek-cipularang-panci.
sekitar 12 malem.
somewhere in the middle of jktcikampek.
suasana sepi karena semua pada tidur, kecuali gw, karena kalo gw tidur juga, bisa2 gw jadi penumpang ambulan.

gak seperti biasa malem itu lalulintas gak terlalu padet.
dari belakang terdengar sirine meraung-raung.
ternyata ada mobil ambulan.
gw pindah ke jalur kiri untuk memberi kesempatan ambulan lewat.
dan ambulanpun lewat.

tapi apa yg terjadi kemudian?
mobil2 di depan gak ada yg ngasih kesempatan ambulan lewat.
alias cuek aja ada di jalur kanan.
buset!
orang2 udah pada budek kah?
atau udah gak peduli dg apa yg ada di sekitarnya?
atau terlalu cuek?
atau ujian sim-nya gak lulus2?

setelah lebih dari lima menit, barulah ambulan itu bisa menembus mobil2 cuek itu.
dan astaga...
mobil2 itu berebut untuk bisa berada tepat di belakang ambulan berharap supaya bisa dapet prioritas.
wah2...
gimana nih orang2...???

[v]

Monday, October 8, 2007

mengejar matahari 2

minggu lalu gw menuju sentul via ruas tol panci-cipularang-jktcikampek-jorr-jagorawi.
berangkat dari bandung sore.
menjelang ruas tol jorr [jakarta outer ring road], matahari mulai terbenam.
bentuknya bulat sempurna.
berwarna jingga menyala.
dan banyak view2 bagus terlewatkan begitu saja.
yes!
i'm driving...
damn!
kamera gw ada jauh di belakang.
ingin berhenti, tapi gak bisa.
karena harus mengejar waktu buka puasa di sentul...
ah!
gemes deh!
:o(

[v]